Penyusunan RKP 2027 dan Rembuk Stunting Pekon Puramekar, Wujudkan Perencanaan Partisipatif dan Generasi Sehat
Lampung Barat – Pemerintah Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun desa yang maju dan sejahtera melalui kegiatan Musyawarah Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Balai Pekon Puramekar, dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan pekon ke depan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menekan angka stunting melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Camat Gedung Surian Bapak Agus Hadi Purnama, S.IP., yang hadir sebagai narasumber utama, serta Ibu Imas Masitoh, Amd. Kep. yang mewakili Kepala Puskesmas Kecamatan Gedung Surian. Turut hadir pula Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pekon Puramekar, para pendamping desa, kepala sekolah, Ketua LHP dan anggota, Ketua LPM, bidan desa, kader posyandu, kader lansia, remaja, KPM, kader BKB, serta Ketua PKK dan anggotanya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Peratin Pekon Puramekar, Bapak Anderi, yang menyampaikan pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa RKP merupakan dokumen strategis yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan pekon selama satu tahun ke depan.
“Melalui musyawarah ini, kita harapkan seluruh usulan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik, sehingga pembangunan di Pekon Puramekar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar beliau.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Camat Gedung Surian, Bapak Agus Hadi Purnama, S.IP., yang juga bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan RKP harus dilakukan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap program yang direncanakan harus selaras dengan kebijakan pemerintah daerah maupun nasional, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Selain itu, Camat juga menyoroti pentingnya sinergi antar lembaga dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Perencanaan yang baik adalah kunci keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam proses ini, agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Memasuki inti kegiatan, musyawarah penyusunan RKP Tahun 2027 dipimpin langsung oleh Ketua LHP Pekon Puramekar, Bapak Ulil Amri. Dalam sesi ini, berbagai usulan dan aspirasi masyarakat dibahas secara terbuka dan demokratis.
Peserta musyawarah diberikan kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan di masing-masing bidang, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas layanan sosial dan pendidikan. Setiap usulan dicatat dan dikaji secara mendalam guna menentukan prioritas pembangunan yang akan dituangkan dalam RKP Tahun 2027.
Proses pembahasan berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Diskusi yang interaktif mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan pekon. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan kesepakatan bersama, akhirnya dilakukan penetapan RKP Tahun 2027 sebagai hasil dari musyawarah tersebut.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, kegiatan ini juga menaruh perhatian besar pada isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting. Oleh karena itu, setelah penetapan RKP, kegiatan dilanjutkan dengan Rembuk Stunting yang dipimpin oleh Ibu Imas Masitoh, Amd. Kep., mewakili Kepala Puskesmas Kecamatan Gedung Surian.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang harus ditangani secara bersama-sama, karena berdampak langsung pada kualitas generasi masa depan. Ia juga menguraikan berbagai faktor penyebab stunting, seperti kurangnya asupan gizi, pola asuh yang kurang tepat, serta sanitasi lingkungan yang belum optimal.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh tenaga kesehatan. Dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah pekon, kader kesehatan, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” jelasnya.
Rembuk stunting ini juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Pekon Puramekar. Beberapa program yang dibahas antara lain peningkatan pelayanan posyandu, edukasi gizi kepada masyarakat, pemantauan tumbuh kembang anak, serta perbaikan sanitasi lingkungan.
Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesepahaman dan komitmen bersama dalam menekan angka stunting, sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan serius dan penuh tanggung jawab. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Pekon Puramekar memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya perencanaan pembangunan dan kesehatan generasi mendatang.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Pekon Puramekar berharap hasil yang telah disepakati dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat. RKP Tahun 2027 yang telah ditetapkan diharapkan menjadi pedoman dalam melaksanakan pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Selain itu, melalui rembuk stunting, diharapkan upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga angka stunting di wilayah tersebut dapat terus menurun.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pekon Puramekar optimis dapat menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera, serta mampu mencetak generasi penerus yang unggul dan bebas dari stunting.
Tim Smart Village Pekon Puramekar