Logo Desa

Pekon Pura Mekar

Kabupaten Lampung Barat
Provinsi Lampung

Loading

LAYANAN MANDIRI

Perayaan

Hari Anak Nasional

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Resmi Pekon Pura Mekar Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung

Berita Pekon

Komentar Terbaru

Kategori

Puramekar, Gedung Surian – Pemerintah Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui kegiatan Pembagian Seragam Gratis bagi peserta didik TK dan PAUD se-Pekon Puramekar. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat, hangat, dan sarat kebersamaan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah pekon terhadap pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

Acara yang diselenggarakan di Balai Pekon Puramekar ini dihadiri oleh Camat Gedung Surian beserta jajaran, Pendamping Desa, Lembaga Himpun Pemekonan (LHP), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pekon (LPMP), anggota Linmas, guru TK dan PAUD se-Pekon Puramekar, serta seluruh wali murid. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna itu, tampak jelas bahwa perhatian terhadap anak-anak usia dini menjadi tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan diperkuat.

Sejak pagi hari, Balai Pekon Puramekar mulai dipadati oleh para orang tua yang datang bersama putra-putri mereka. Anak-anak tampak mengenakan pakaian terbaik mereka, sebagian menggenggam tangan ayah atau ibu, sementara yang lain berjalan dengan riang menuju lokasi acara. Wajah-wajah ceria para peserta didik menambah suasana menjadi lebih hidup. Bagi sebagian anak, kegiatan ini bukan hanya sekadar menerima seragam baru, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan mereka ingat sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang dari pemerintah pekon kepada mereka. Para guru pun terlihat sibuk mendampingi anak-anak, memastikan mereka tetap tertib dan nyaman selama mengikuti rangkaian acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh tamu undangan berdiri dengan penuh khidmat mengikuti jalannya lagu kebangsaan. Momen ini menjadi pengingat bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta rasa hormat terhadap simbol-simbol negara sejak usia dini.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Lampung Barat sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah sekaligus membangkitkan semangat membangun Kabupaten Lampung Barat. Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Mars Gedung Surian, yang mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, serta tekad bersama dalam memajukan Kecamatan Gedung Surian, khususnya Pekon Puramekar. Lagu-lagu daerah dan kebangsaan yang dinyanyikan secara bersama-sama tersebut bukan hanya menjadi bagian dari seremoni, tetapi juga memperkuat identitas kolektif masyarakat bahwa pendidikan harus tumbuh seiring dengan rasa cinta terhadap daerah dan bangsa.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan itu, kegiatan pembagian seragam gratis ini terasa lebih dari sekadar agenda seremonial. Bagi masyarakat, program ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti, terutama di tengah kebutuhan pendidikan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Seragam sekolah, yang bagi sebagian orang mungkin terlihat sederhana, sesungguhnya memiliki makna penting bagi anak-anak dan orang tua. Seragam bukan hanya pakaian yang dikenakan saat belajar, tetapi juga simbol kesetaraan, kedisiplinan, dan kebanggaan sebagai peserta didik. Dengan seragam yang layak dan seragam yang sama, anak-anak dapat belajar tanpa merasa berbeda satu sama lain.

Memasuki acara inti, sambutan pertama disampaikan oleh Peratin Pekon Puramekar, Bapak Anderi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pembagian seragam gratis tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian bersama, karena dari pendidikanlah lahir generasi yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap anak usia dini tidak boleh dianggap kecil, sebab pada masa inilah karakter, kebiasaan, dan semangat belajar mulai dibentuk.

Beliau menjelaskan bahwa Pemerintah Pekon Puramekar berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Program pembagian seragam gratis ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pekon kepada anak-anak usia dini agar mereka dapat mengikuti proses belajar dengan lebih percaya diri, nyaman, dan memiliki semangat yang tinggi. Menurutnya, ketika anak-anak merasa diperhatikan, mereka akan tumbuh dengan rasa bahagia dan lebih siap menerima pembelajaran di sekolah. Hal ini menjadi penting karena pendidikan anak usia dini merupakan fase emas yang menentukan perkembangan mereka pada jenjang pendidikan berikutnya.

"Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita persiapkan sejak dini. Melalui bantuan seragam ini kami berharap dapat sedikit meringankan beban orang tua sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak agar semakin rajin belajar. Pemerintah Pekon Puramekar akan terus berupaya menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Bapak Anderi.

Dalam sambutannya, Peratin juga menekankan bahwa pembangunan pekon tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti jalan, drainase, atau fasilitas umum lainnya, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu membangun kualitas manusia di dalamnya. Menurut beliau, sumber daya manusia yang baik akan menjadi modal utama bagi kemajuan pekon di masa mendatang. Oleh karena itu, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini harus ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama dalam perencanaan pembangunan pekon.

Beliau juga mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dalam proses belajar, baik di rumah maupun di sekolah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga sangat ditentukan oleh peran keluarga. Anak-anak yang mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan bimbingan dari orang tua akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan memiliki semangat belajar yang lebih baik. Dalam kesempatan itu, beliau mengingatkan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, kemudian diperkuat di sekolah, dan didukung oleh lingkungan masyarakat.

Selain itu, Bapak Anderi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah pekon, pemerintah kecamatan, pendamping desa, lembaga pekon, para guru, serta masyarakat. Menurutnya, kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun pekon yang maju dan sejahtera. Ia berharap semangat gotong royong yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dalam berbagai program pembangunan lainnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Camat Gedung Surian, Bapak Agus Hadi Purnama. Dalam kesempatan tersebut beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Pekon Puramekar yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini. Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Pekon Puramekar merupakan contoh baik yang patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa pemerintah di tingkat pekon mampu menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Beliau menyampaikan bahwa investasi terbaik yang dapat diberikan kepada generasi muda adalah pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, seluruh pihak harus terus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di desa. Pendidikan anak usia dini, menurut beliau, merupakan tahap awal yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mulai belajar mengenal lingkungan, membangun kebiasaan baik, serta mengembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka. Jika pada tahap ini anak-anak mendapatkan perhatian yang cukup, maka mereka akan lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Menurut Bapak Agus Hadi Purnama, bantuan seragam gratis bukan hanya sekadar memberikan pakaian sekolah, tetapi juga menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak. Program seperti ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga. Ia memahami bahwa bagi sebagian orang tua, kebutuhan seragam sekolah sering kali menjadi salah satu pengeluaran awal yang cukup besar, terutama ketika memasuki tahun ajaran baru. Karena itu, bantuan seperti ini sangat membantu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Beliau juga mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi anak-anak selama proses belajar, karena keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari keluarga. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang peduli akan lebih mudah berkembang secara optimal. Orang tua diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan perhatian, motivasi, dan teladan yang baik. Dengan demikian, pendidikan yang diterima anak akan menjadi lebih utuh dan seimbang.

"Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua merupakan kunci utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di masa depan. Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," ungkap Bapak Agus Hadi Purnama.

Dalam sambutannya, Camat juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai sosial yang sangat tinggi karena mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai bahwa ketika pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat melalui program yang bermanfaat, maka kepercayaan publik akan semakin tumbuh. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun wilayah. Ia berharap Pekon Puramekar dapat terus menjadi contoh bagi pekon lain dalam menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat.

Setelah sambutan dari Camat Gedung Surian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan wali murid. Dalam penyampaiannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Pekon Puramekar atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak melalui program pembagian seragam gratis. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengurangi pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran baru. Bagi banyak keluarga, kebutuhan sekolah anak sering kali datang bersamaan dengan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya, sehingga bantuan seperti ini benar-benar dirasakan manfaatnya.

Perwakilan wali murid juga menyampaikan bahwa program ini bukan hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak. Anak-anak yang menerima seragam baru biasanya akan merasa lebih bersemangat untuk berangkat ke sekolah. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan, sehingga muncul rasa bangga sebagai peserta didik. Hal ini tentu berdampak positif terhadap motivasi belajar mereka. Ia berharap agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh warga Pekon Puramekar.

Dalam kesempatan itu, perwakilan wali murid juga menyampaikan bahwa masyarakat sangat menghargai perhatian pemerintah pekon terhadap pendidikan anak usia dini. Menurutnya, tidak semua wilayah memiliki kepedulian yang sama terhadap kebutuhan pendidikan dasar. Karena itu, langkah Pemerintah Pekon Puramekar dianggap sebagai bentuk kepemimpinan yang dekat dengan rakyat dan memahami kebutuhan nyata masyarakat. Ia berharap perhatian seperti ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.

Setelah seluruh rangkaian sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan seragam sekolah secara simbolis kepada beberapa peserta didik yang mewakili seluruh penerima bantuan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Peratin Pekon Puramekar Bapak Anderi, didampingi oleh Camat Gedung Surian Bapak Agus Hadi Purnama, serta disaksikan oleh seluruh tamu undangan. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh para anak-anak dan orang tua. Ketika nama-nama perwakilan dipanggil ke depan, suasana balai pekon dipenuhi tepuk tangan dan senyum bahagia dari para hadirin.

Suasana penuh kebahagiaan tampak menghiasi wajah para peserta didik dan orang tua yang hadir. Anak-anak terlihat antusias menerima seragam baru yang nantinya akan digunakan saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah masing-masing. Sebagian dari mereka tampak tersenyum malu-malu ketika menerima bantuan, sementara yang lain menunjukkan ekspresi gembira yang sulit disembunyikan. Bagi anak-anak usia dini, perhatian seperti ini memiliki arti yang sangat besar karena dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap sekolah mereka.

Secara keseluruhan, sebanyak 110 siswa TK dan PAUD se-Pekon Puramekar menerima bantuan seragam sekolah secara gratis. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa program ini menjangkau cukup banyak peserta didik dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini yang ada di wilayah pekon. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan sejak usia dini serta menjadi motivasi bagi mereka untuk belajar dengan lebih giat. Dengan seragam yang baru, anak-anak diharapkan semakin rajin hadir ke sekolah dan lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Lebih dari itu, pembagian seragam gratis ini juga memiliki makna sosial yang penting. Program ini menunjukkan bahwa pemerintah pekon tidak hanya hadir dalam urusan administrasi dan pembangunan fisik, tetapi juga peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan. Kehadiran pemerintah yang responsif terhadap kebutuhan warga akan memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di tingkat pekon. Dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi momentum penyerahan bantuan, acara ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah pekon, pemerintah kecamatan, tenaga pendidik, lembaga desa, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Para guru yang hadir tampak ikut berbahagia melihat anak didiknya menerima bantuan seragam. Mereka menilai bahwa perhatian seperti ini dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih positif karena anak-anak merasa didukung oleh lingkungan sekitarnya.

Dalam pandangan para pendidik, seragam sekolah memiliki peran yang cukup penting dalam membentuk kedisiplinan dan identitas peserta didik. Ketika anak-anak mengenakan seragam yang sama, mereka belajar tentang kesetaraan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai. Mereka juga belajar bahwa sekolah adalah tempat untuk tumbuh bersama tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Karena itu, bantuan seragam gratis bukan hanya memenuhi kebutuhan praktis, tetapi juga mendukung pembentukan karakter anak sejak dini.

Melalui kegiatan pembagian seragam gratis ini, Pemerintah Pekon Puramekar kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Diharapkan sinergi yang telah terjalin antara pemerintah dan masyarakat dapat terus dipertahankan sehingga berbagai program pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga. Pemerintah pekon juga diharapkan terus membuka ruang partisipasi masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Ketika pemerintah hadir dengan program yang sederhana namun tepat sasaran, maka manfaatnya akan terasa lebih luas. Seragam sekolah yang dibagikan kepada 110 siswa TK dan PAUD mungkin terlihat sebagai bantuan kecil, tetapi bagi keluarga penerima, bantuan tersebut memiliki arti besar. Ia meringankan beban, menumbuhkan semangat, dan menghadirkan harapan baru bagi anak-anak untuk terus belajar dengan gembira.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Pekon Puramekar berharap setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dengan penuh semangat, rasa percaya diri, dan kebahagiaan. Pendidikan yang baik sejak usia dini diyakini menjadi pondasi utama dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan menuju masyarakat yang lebih maju dan sejahtera. Harapan besar itu menjadi alasan mengapa perhatian terhadap pendidikan anak usia dini harus terus dijaga, diperkuat, dan diwujudkan dalam program-program nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

Lebih jauh, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Pekon Puramekar. Kehadiran camat, perangkat pekon, lembaga desa, guru, orang tua, dan unsur masyarakat lainnya menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan bukanlah tugas satu pihak saja. Semua unsur memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi. Pemerintah menyediakan kebijakan dan dukungan program, guru memberikan pembelajaran dan pendampingan, orang tua memberi kasih sayang dan pengawasan, sementara masyarakat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Jika sinergi seperti ini terus dijaga, maka Pekon Puramekar memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, sopan dalam bertutur, disiplin dalam bertindak, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Anak-anak yang hari ini menerima seragam gratis mungkin masih berada di usia dini, namun merekalah yang kelak akan menjadi pelajar, remaja, pemuda, dan pemimpin masa depan. Karena itu, setiap bentuk perhatian yang diberikan kepada mereka hari ini merupakan investasi berharga bagi masa depan pekon, kecamatan, kabupaten, bahkan bangsa.

Pada akhirnya, kegiatan pembagian seragam gratis bagi 110 siswa TK dan PAUD se-Pekon Puramekar bukan hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan. Simbol bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Simbol bahwa pendidikan anak usia dini mendapat tempat penting dalam pembangunan. Dan simbol bahwa masa depan yang lebih baik dapat dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan, kerja sama, dan komitmen yang kuat. Dengan semangat itu, Pekon Puramekar meneguhkan diri sebagai pekon yang terus bergerak maju, membangun manusia sejak usia dini, dan menanamkan harapan bagi generasi penerus yang lebih cerah.

Beri Komentar

Pekon

1,999

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI 1,999 penduduk

1,907

PEREMPUAN

PEREMPUAN 1,907 penduduk

3,906

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

3,906

TOTAL

TOTAL 3,906 penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

PERATIN

ANDERI

JURU TULIS

UMAR SABIRING, S.Pd

KASI PEMERINTAHAN

NOVI WULANDARI

KASI PELAYANAN

MABSYUS DHOFIRSAH

KASI KEMASYARAKATAN

YONO

KAUR UMUM

ANITA PUSPITA SARI

KAUR KEUANGAN

CANDRA GUNAWAN, S.H

PEMANGKU SUKA JAYA

SANDI

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU PURASARI

BASRUN

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU SIDOREJO

SADAM

Tidak Ada di Kantor

KAUR PERENCANAAN

darsih

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU BUNGIN 1

SELVA

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU KAMPUNG BARU

AHMAD ARIANSAH

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU BUNGIN 2

ZARKONI, S.Pd

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU BUMI AGUNG

KURNIAWAN

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU EMPER JAYA

WARINO

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU CEKDAM JAYA

YUDIA KOHIR

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU AIR RINGKIH

DENI SAPUTRA

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU MEKAR SARI

SAWALLADI

Tidak Ada di Kantor

PEMANGKU UJUNG JAYA

HARDIMAN

Tidak Ada di Kantor
Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 268
Kemarin : 54
Total Pengunjung : 19.374
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.240
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v111.04
Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 268
Kemarin : 54
Total Pengunjung : 19.374
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.240
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v111.04

Transparansi Anggaran

APBP 2026 Pelaksanaan

APBP 2026 Pendapatan

APBP 2026 Pembelanjaan

Pemerintah Desa

ANDERI

PERATIN

UMAR SABIRING, S.Pd

JURU TULIS

NOVI WULANDARI

KASI PEMERINTAHAN

MABSYUS DHOFIRSAH

KASI PELAYANAN

YONO

KASI KEMASYARAKATAN

ANITA PUSPITA SARI

KAUR UMUM

CANDRA GUNAWAN, S.H

KAUR KEUANGAN

SANDI

PEMANGKU SUKA JAYA
Tidak Ada di Kantor

BASRUN

PEMANGKU PURASARI
Tidak Ada di Kantor

SADAM

PEMANGKU SIDOREJO
Tidak Ada di Kantor

darsih

KAUR PERENCANAAN
Tidak Ada di Kantor

SELVA

PEMANGKU BUNGIN 1
Tidak Ada di Kantor

AHMAD ARIANSAH

PEMANGKU KAMPUNG BARU
Tidak Ada di Kantor

ZARKONI, S.Pd

PEMANGKU BUNGIN 2
Tidak Ada di Kantor

KURNIAWAN

PEMANGKU BUMI AGUNG
Tidak Ada di Kantor

WARINO

PEMANGKU EMPER JAYA
Tidak Ada di Kantor

YUDIA KOHIR

PEMANGKU CEKDAM JAYA
Tidak Ada di Kantor

DENI SAPUTRA

PEMANGKU AIR RINGKIH
Tidak Ada di Kantor

SAWALLADI

PEMANGKU MEKAR SARI
Tidak Ada di Kantor

HARDIMAN

PEMANGKU UJUNG JAYA
Tidak Ada di Kantor